Posted by : chiby loupatty
Akumulasi tertinggi dari menahan amarah yang paling besar dan sakit yang paling menyakitkan adalah diam. Aku pasti akan memilih untuk diam tanpa mengatakan apa-apa ketika aku benar-benar marah karena aku merasa akan percuma saja jika aku meluapkan kemarahanku. Dan untuk meringankan rasa sakit itu aku pasti akan memutuskan untuk menangis. Menangis sejadi-jadinya hingga aku merasa lelah dan mengantuk karena menangis, lalu aku ingin tidur.
Sedangkan Diam Adalah Caraku Untuk Menyamarkan Amarahku Karena Menjelskannya Hanya Akan Membuatku Semakin Dibenci.
Pernah Aku merasa tidak diberi kesempatan olehnya saat mencoba menjelaskan apa yang paling membuatnya marah atas diriku. Aku sudah mencoba untuk bicara dan bahkan minta maaf namun tak didengarnya. Sungguh saat itu Aku benar-benar ingin marah namun takut kehilanganhya dan tak didengarkan olehnya cukup memaksaku untuk bungkam.
Dan Untuk Meringankan Rasa Sakitku,Hanya Dapat aku Lakukan Dengan Cara Menangis Sendirian.
Untuk meringankan rasa sakitku yang tak diberi kesempatan untuk menjelasakan kesalahanku, untuk maaf yang tidak didengarkannya dan untuk ketidak peduliannya atas apa yang aku rasakan, akupun hanya bisa menangis sendirian.
Entah Mengapa Meski Sebenarnya aku Sangat Ingin Menangis Di Hadapannya aku merasa Air Mataku Tak akan Bisa Keluar.
Sebenarnya aku sangat ingin menangis di hadapannya, dengan harapan dia bisa mengerti diriku, dengan harapan agar dia lebih peduli dengan diriku, dengan harapan dia lebih mengertiku. Namun dalam hati keciku,aku merasakan bahwa aku tak akan pernah sanggup atau bisa menangis di hadapannya. Bukan karena merasa malu atau takut dia tidak peduli hanya saja karena rasa amarah dalam diriku yang sudah tertuang dalam tangis saat sendirian.
Dalam Diamku aku Bisa Membuat Semuanya Tampak Baik-Baik Saja, Namun Sayang aku Tetap Tidak Bisa Membuat Hatiku Baik-Baik Saja.
Saat aku memutuskan diam semua memang tampak baik-baik saja, segalanya solah tampak berjalan biasa-biasa saja. Namun sayangnya meski diamku bisa membuat segalanya tampak baik-baik saja, hatiku tetap saja tidak bisa dibuat baik-baik saja. Aku Diam dan merasakan Seolah Pura-Pura Tidak Sakit Itulah Yang Paling Menyakitkan Bagi Diriku.Aku merasakan bahwa pura-pura tidak sakit padahal sebenarnya sangat sakit Dan itu adalah hal yang paling menyakitkan dari menahan amarahku padanya. Karena di mana-mana kepura-puraan tetap akan menyakitkan pada akhirnya. Jika tidak menyakiti orang lain pasti akan menyakiti dirimu sendiri.
